Cara Bijak Menanggapi Konten SARA di Facebook

May 20th, 2010 by imadewira Leave a reply »

Beberapa hari belakangan ini hal-hal yang berbau SARA (Suku, Ras, Agama, Adat Istiadat) kembali terjadi di Facebook. Sebuah grup yang konon mengajak orang untuk melakukan hal yang bertentangan dengan ajaran salah satu agama besar di dunia. Sebelumnya mohon maaf saya bukan bermaksud membela pihak manapun karena saya tahu hal seperti ini sangat sensitif.

Untuk ke sekian kalinya masalah pelecehan dan hal-hal yang menyinggung SARA terjadi. Di sinilah sikap bijaksana kita diperlukan, jangan selalu menyalahkan Facebook sebagai penyedia media jejaring sosial. Saya setuju bahwa teknologi itu bagaikan pisau bermata dua, bisa bermanfaat atau malah melukai penggunanya.

Begitu pula di Facebook, mulai hal yang hanya bersifat lokal, nasional bahkan internasional terjadi. Sebutlah kasus seorang anggota Polisi dengan statusnya yang membuat kecewa masyarakat. Ada juga kasus Ibnu yang menyinggung perasaan umat Hindu di Bali dan masih banyak lagi. Bukan hanya status, ada juga grup yang kontroversial seperti grup yang saya sebutkan di awal tadi, anda tentu tahu grup mana yang saya maksud.

Yang ingin saya tekankan adalah kita jangan hanya bisa menyalahkan Facebook. Apalagi kalau pemerintah sampai memutuskan akses terhadap situs Facebook (saya cukup yakin tidak terjadi), jangan sampai terjadi deh. Masih ada banyak cara yang bisa kita lakukan diantaranya :

  1. Cuek dan abaikan saja status, grup atau hal lain yang tidak kita sukai.
  2. Buat status tandingan, grup tandingan (tentunya dengan tetap sopan dan elegan).

Selain dengan dua cara diatas, satu hal lain yang bisa kita lakukan adalah dengan melaporkan kepada penyelenggara Facebook (di situs lain juga biasanya tersedia cara ini). Untuk lebih jelas bagaimana cara melaporkan konten di Facebook yang tidak kita sukai, atau yang menurut kita melanggar aturan atau menyinggung perasaan kelompok tertentu, silahkan simak artikel berikut ini :

Tak Setuju Gambar Nabi di Facebook? Lapor Yuk!

Bagaimana, lebih asik kan? Daripada ribut ndak karuan..

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

33 comments

  1. Gede Lumbung says:

    Saya setuju nie sama bli wira, mending gak usah dihiraukan….

    Group seperti itu biasanya hanya sebagai provokasi saja, si pembuat group bukan orang yg bertanggung jawab…

    Kalo kita sudah terpancing, si pembuat group akan ketawa ngakak di belakang sana…
    .-= Gede Lumbung´s last blog ..Menambahkan Plug-In Emoticon Pada Form Komentar Blog =-.

  2. Dewa Bantal says:

    Aku baru tau kalo SARA itu “A” terakhirnya adalah Adat Istiadat :lol:

    Banyak ya grup2 begitu? Aku selalu cuek soalnya nggak terlalu hobi join2 group sih.

    Dan sebetulnya aku sendiri bbrp mninggu lalu bikin fan page yang menyindir kaum vegetarian hahaha. *duh merasa bersalah*
    .-= Dewa Bantal´s last blog ..Aku Cinta Kamu Deh… Mati Bareng Yuk? =-.

  3. iskandaria says:

    Saya malah baru tau ada kasus SARA di FB lewat blog ini. Maklum, saya tidak aktif di FB. Sayang sekali situs jejaring sosial cuma dijadikan ajang mengumpat atau ajang menulis status yang tidak bermanfaat bagi pembaca. Saya rasa fungsi utama dibuatnya jejaring sosial sebenarnya untuk memudahkan komunikasi antar orang yang kita kenal saja.
    .-= iskandaria´s last blog ..Kumpulan Artikel Pilihan Seputar Wacana Blogging Jilid 1 =-.

  4. PanDe Baik says:

    Terkadang ada juga rasa penasaran (naluri seorang BLoGGer ?) pada ‘apa yang terjadi?’
    Rasa penasaran itu pula yang kemudian memancing ingin tahu apa penyebab, sejauh mana tindakannya, bagaimana efeknya jika diteruskan dan bagaimana caranya ditangani.
    Namun pada intinya ternyata ya sama saja. Para pelaku adalah orang”yang baru di dunia maya (termasuk FB). yang barangkali blom mengetahui betapa kuatnya pengaruh dunia maya tersebut.
    .-= PanDe Baik´s last blog ..Menjaga ke-Stabil-an Koneksi dengan Connection Keeper =-.

  5. budiastawa says:

    bli Gung. Saya ada usulan lagi satu. Caranya; kita bisa laporkan Grup / Page tersebut dengan mengklik ‘Laporkan Grup’. Kalau rame-rame kita laporkan, FB tentu mempertimbangkannya.
    .-= budiastawa´s last blog ..0.facebook.com: Akses Facebook Mobile Gratis =-.

  6. SARA itu bukan Suku, Ras, Agama dan Antar-Golongan ya pak?

    Kalau saya pribadi sih, males banget mengurusi konten yang begituan. Sudah ndak jamannya lagi, kita diadu-domba dengan hal-hal semacam itu.

  7. jimmy says:

    iya lebih baik dicuekin saja, kalo orang2 pada cuek yang bikin sensasi itu juga bakalan gigit jari sendiri..
    .-= jimmy´s last blog ..Bikin Plugin WordPress Simple Popular Posts =-.

  8. yes….saya bener2 setuju dengan mbak imadewira…memang harus begitu menanggapi konten sara
    .-= julianusginting´s last blog ..Alasan Orang Yahudi Pintar =-.

  9. DV says:

    Tulisan ini pasti terinspirasi oleh peristiwa blocking facebook oleh si Tif ya? :)
    .-= DV´s last blog ..Pertimbangan logika =-.

    • imadewira says:

      @DV,
      hehe, ndak kok.. cuma berdoa saja semoga Indonesia ndak ikut-ikutan blokir Facebook gara-gara grup ndak jelas itu, mudah-mudahan Indonesia bisa lebih bisa meresponnya

  10. fb sekarang udah disalah gunakan ma orang” yang gk bertanggung jawab ya…
    jadi males nge update nya jga,…
    .-= digital nikon camera´s last blog ..Red Eye and Your Digital Camera =-.

  11. Zaiful Anwar says:

    Setuju dengan pendapat bli wira, konten yang berbau SARA sebaiknya di laporkan saja.

  12. Asop says:

    Hmmm…. kalo grup tandingan di fb setahu saya juga sudah ada. :)

  13. abu ghalib says:

    kalau saya memilih cara pertama (cuekin)
    kemudian laporkan ke pak HANSIP :D

    kalau cara ke-2, rasanya malah akan memperkeruh suasana, dan lagi yang bikin account seperti itu kan cuma org yang memiliki selera rendah (lebih rendah dari selera binatang)

    selamat berlibut mas
    .-= abu ghalib´s last blog ..Kopdar Tengah Malam =-.

  14. terkadang masyarakat kita terlalu mudah terpancing..
    pembelajaran mental bagus supaya tidak terlalu reaktif

  15. zee says:

    Memang setiap umat ada yang merasa keberatan tapi ada pula yang tidak bila “mungkin” merasa agamanya atau nabinya dilecehkan.
    Menurut saya wajar saja, asalkan rasa keberatan itu tidak menimbulkan keresahan di masyarakat dan malah menimbulkan tudingan dari umat yang lain bahwa ada pilih kasih di sini.
    Bagaimanapun keragaman umat beragama jg harus diikuti oleh kerukunan kita semua.

  16. siap grak
    salam kenal bang

    oiya … punten
    izin neglink blog nya ya ^^
    nuhun

Leave a Reply

CommentLuv badge