Berobat ke Balian, Percaya Tak Percaya

Bagi orang Bali khususnya yang beragama Hindu, keberadaan Balian yaitu semacam dukun/paranormal/orang pintar, sudah menjadi hal lumrah dan biasa. Hal ini disebabkan oleh kentalnya budaya dan agama Hindu yang memang berkaitan erat dengan dunia spiritual. Salah satu cirinya adalah tidak sedikit Pemangku yaitu orang suci dalam agama Hindu di Bali yang juga menjalankan kegiatan atau pekerjaan pengobatan selayaknya seorang Balian.

Rasanya hampir setiap keluarga pasti pernah “nunas baos” (bertanya) ke Balian, entah dengan tujuan mendapatkan kesembuhan ataupun tujuan lainnya. Contohnya, di lingkungan saya ada yang namanya “ngalu”, yaitu bertanya ke seorang Balian atau kadang disebut juga Mangku tentang siapa yang “numadi” (reinkarnasi) ke seorang bayi yang lahir di keluarga tersebut. Hasilnya adalah diketahui siapa yang reinkarnasi, biasanya kakek atau nenek yang tentunya telah meninggal. Selain itu juga biasanya diketahui bagaimana sifat-sifat yang reinkarnasi, termasuk juga jika ada hal-hal khusus yang harus diketahui oleh orangtua dan keluarga si bayi.

Selain kegiatan “ngalu”, tujuan ke Balian umumnya bertanya untuk meminta kesembuhan atau keselamatan. Misalnya jika ada seseorang yang menderita sakit misterius yang tak kunjung sembuh setelah bolak-balik ke dokter. Atau juga sakit yang tidak diketahui apa penyebabnya walaupun sudah pindah-pindah ke berbagai dokter. Bisa juga karena ada seseorang yang mengalami musibah seperti kecelakaan atau musibah lainnya, biasanya akan ditanyakan juga.

Yang menarik biasanya jika tujuan ke Balian untuk meminta kesembuhan, karena hasilnya belum tentu 100% berhasil walau semua petunjuk telah diikuti dengan baik. Juga tidak bisa dipastikan apakah kesembuhan yang didapat apakah berkat hasil bertanya itu atau yang lain. Karena khusus untuk tujuan berobat, umumnya seseorang akan menjalankan pengobatan baik ke medis dan juga non medis secara bersamaan. Jadi ketika kesembuhan didapat, itu karena yang mana, agak susah dipastikan. Dan jika tetap belum kunjung sembuh, apakah berarti seorang Balian dianggap gagal? Belum tentu juga, karena bisa jadi memang ada petunjuk yang terlewatkan.

Di sisi lain, tidak sedikit juga orang yang telah membuktikan termasuk saya (kami) setelah bertanya ke Balian. Namun tidak jarang juga kami gagal dan akhirnya mencoba jalan lain. Jadi bagaimana? Apakah kita tetap perlu bertanya ke Balian atau percaya sepenuhnya kepada medis?

Bagi saya, saya akan ambil jalan tengah. Tergantung seperti apa kasusnya, seperti apa masalahnya, baru kemudian mencoba mencari jalan baik medis maupun non medis. Jika sudah sakit maka langkah pertama tentu saja mencoba pengobatan medis. Jika hasil di medis sudah jelas dan masuk akal serta ada langkah pengobatannya, maka ya tinggal dijalankan saja. Namun jika hasil di medis belum jelas, apalagi sakitnya tidak kunjung sembuh maka bisa dicoba ke non medis, tapi pengobatan medis tetap dijalankan.

Contoh lain, seperti dulu saya pernah mengalami kecelakaan hingga patah tulang, walaupun jelas sakitnya apa dan pengobatannya bagaimana, kami tetap mencoba bertanya ke non medis, siapa tahu ada sesuatu yang perlu kami ketahui.

Jadi intinya, percaya tak percaya.

Catatan : tulisan ini adalah  opini pribadi, tidak bermaksud menjelekkan atau menyalahkan pihak manapun. Jika ada yang kurang berkenan atau punya kepercayaan lain, mohon saling menghormati.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

3 thoughts on “Berobat ke Balian, Percaya Tak Percaya

  1. biasanya, kalau pengobatan medis sudah tidak ampuh, sudah pasti menanyakan ke hal yang nonmedis. memang benar percaya tidak percaya, apalagi kita yang tinggal di pulau bali sudah terbiasa dengan pengobatan ini, seberapa pun canggihnya alat pengobatan singapura tetap ujung-ujungnya ke non medis, ini juga sebatas pendapat saya pribadi melihat lingkungan sekitar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *