Belajar Dari Satpam Nyentrik

Pernahkah anda melihat satpam atau tukang parkir yang nyentrik, bertingkah lain daripada yang lain? Saya pernah. Jika anda tinggal di Denpasar dan pernah mampir di toko buah Citra Mart jalan Teuku umar, entah untuk belanja disana atau di toko-toko ponsel yang banyak bertebaran disekitarnya, cobalah perhatikan satpam di toko buah itu.

Ada seorang Satpam yang menurut saya sangat nyentrik, lain daripada yang lain yang pernah saya lihat. Tingginya mungkin kurang dari 160 cm tapi badannya tegap ala binaragawan walaupun sepertinya umurnya diatas 50 tahun. Yang membuat saya memperhatikan adalah gayanya ketika sedang bertugas.

Kebetulan saya cukup sering kesana untuk membeli Kebab di depan toko buah itu. Sambil menunggu kebab itulah saya memperhatikan pak satpam itu. Gayanya begitu tegas ketika mengatur kendaraan yang keluar masuk dan parkir disana. Walaupun tegas tapi tetap simpatik dan sama sekali tidak terlihat galak.

Yang paling unik adalah ketika satpam ini seringkali memberi hormat grak ala militer untuk mereka yang baru turun dari kendaraannya. Tidak lupa ditambahkan senyum dan greeting yang mungkin melebihi standar di hotel. Saya beberapa kali diberi pelayanan seperti itu ketika memarkir mobil disana. Awalnya saya agak kaget dan heran, itu satpam kenapa ya, pikir saya.

Yang perlu dicatat adalah parkir disana gratis. Memang pernah saya lihat ada pengendara mobil yang sepertinya memberikan tip untuk satpam itu. Tapi saya yakin bukan itu penyebab pak satpam itu berbuat “lebih” ketika bertugas. Sekilas mungkin satpam itu lebay atau bersikap berlebihan, tapi saya melihat sisi positifnya. Pak satpam itu terlihat sangat enjoy dan menikmati pekerjaannya, dia terlihat selalu riang dan puas dengan hasil pekerjaannya. Saya rasa bagian itulah yang perlu kita coba tiru yaitu selalu menikmati pekerjaan kita, dan mungkin secara otomatis hasilnya pun akan bisa maksimal.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

9 thoughts to “Belajar Dari Satpam Nyentrik”

  1. Intinya, apapun pekerjaan yang kita miliki.. sangat baik untuk bersyukur dan bekerja lebih baik dari hari ke hari.. :)
    dan alangkah baiknya bersikap tak biasa dengan pekerjaan yg kita miliki. *menikmati pekerjaan*

  2. Saya juga sering lihat pak satpam itu, keknya dia pensiunan TNI jadi gaya “Siap Grak !!” masih menjadi makanan keseharian. Kebetulan tempat kerjaku berseberangan jalan dengan toko itu :mrgreen:

  3. Tidak semua orang bisa menikmati pekerjaannya meslipun itu adalah pekerjaan yang bagus dan masuk dalam kategori sukses.
    Nampaknya kita harus belajar banyak dari Pak satpam ini pastinya akan banyak hal yang kita dapatkan..

  4. Betuul bli,jarang lho
    Org yg bsa enjoy ma krjaanya.kbanyakan doyan ngeluh dan malah ngjelek2in prusahaany sndiri krn dia g puas.

    Pdhal klo qta nikmatin aj krjaan qta kan lbh enak y bli..gakan stress dan prgi krja jg smangat.
    Dpt gaji brapapun jg ttep brsukur.hehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *