Sosialisasi PDDikti di Poltekpar Makassar

Perjalanan dinas kali ini adalah perjalanan dinas saya yang pertama di tahun 2019. Ini juga menjadi pengalaman pertama saya berangkat sendirian ke Makassar. Dan juga pengalaman pertama kali menjadi seorang narasumber. Serba pertama nih.

Jadi ceritanya saya diundang oleh Poltekpar Makassar yang notabene juga merupakan Perguruan Tinggi dibawah Kementerian Pariwisata sama seperti halnya STP Nusa Dua Bali tempat saya bernaung. Saya diundang dalam rangla berbagi pengalaman PDDikti khususnya cara posting data ke aplikasi Feeder. Saya sendiri sebenarnya bukan ahlinya, hanya saja pengalaman ketika memposting data di Feeder PDDikti STP Nusa Dua Bali bisa saya share ke teman-teman di Poltekpar Makassar.

Kebetulan Poltekpar Makassar sejak tahun 2016 telah mendapat status baru sebagai Politeknik dimana sebelumnya mereka masih berbentuk Akademi, jadi akun PDDikti mereka tergolong masih baru. Ditambah dengan teman yang mengurus PDDikti disana juga masih agak baru sehingga kami bisa berbagi pengalaman. Jadi singkat cerita saya datang kesana untuk membicarakan teknis tahapan untuk posting data ke aplikasi Feeder.

Saya berangkat hari Selasa tanggal 12 Pebruari 2019 sore dan kembali ke Bali hari Kamis pagi. Acara disana adalah tanggal 13 Pebruari dari pagi sampai siang. Saya menginap di hotel Aston Makassar, lokasinya tidak jauh dari pantai Losari, cukup jalan kaki saja, dan juga dekat sekali dengan 2 hotel dimana saya pernah menginap sebelumnya yang berada tepat di depan dan sebelah pantai Losari.

Kegiatan Sosialisasi berjalan dengan lancara, acaranya juga santai dan dihadiri oleh Ibu Iin serta Bapak Ahyar yang menjadi admin PDDikti disana, serta beberapa orang lainnya yang menjadi operator prodi. Kami banyak saling berbagi informasi dan pengalaman, tidak hanya tentang Feeder PDDikti tapi juga termasuk berbagai administrasi akademik karena juga ada kaitannya dengan data yang akan diposting. Apalagi dari sisi administrasi akademik Poltekpar Makassar sangat mirip dengan STP Nusa Dua Bali, tentu saja karena cikal bakal Poltekpar Makassar dulu saat masih bernama Akpar Makassar adalah dari STP Nusa Dua Bali.

Saya sangat berterima kasih kepada pimpinan Poltekpar Makassar dan juga Ibu Iin serta Bapak Ahyar yang telah mengundang saya ke Makassar. Banyak pengalaman dan informasi berharga yang saya dapatkan dalam perjalanan dinas ini. Apalagi diundangnya sebagai narasumber, tentu saya merasa sangat terhormat dan berterima kasih. Ditambah dengan pelayanan yang sangat luar biasa dari Poltekpar Makassar, saya diajak makan dan juga diantar jemput kesana kemari, terima kasih juga untuk Bapak Ibe selaku driver.

Demikian cerita perjalanan dinas kali ini. Terima kasih.

Nindi Ikut Porjar Renang

Beberapa waktu yang lalu untuk pertama kalinya Nindi mengikuti Porjar khususnya di cabang renang. Keikutsertaan Nindi ini sebenarnya tidak kami rencanakan karena dulu pada awal mengikutkan Nindi les renang tujuan kami hanya sekedar agar Nindi bisa renang sehingga lebih leluasa kalau kebetulan ada kesempatan bermain di kolam renang. Selain itu kami juga yakin nanti saat SMP kemampuan renang akan diperlukan, jadi agar tidak malu nantinya.

Setelah sekitar setahun lebih ikut les renang, itupun tidak rutin, Nindi sepertinya sudah tidak cocok lagi di level pemula. Walau mungkin sebenarnya perkembangan Nindi tidak secepat anak-anak lainnya tapi untuk di level pemula dia sudah tidak cocok. Jadi pelatihnya menyarankan Nindi ikut di kelas intermediet, tetapi kami terkendala dengan waktu. Jadwal latihan kelas tersebut adalah hari Senin, Rabu, Jumat pukul 4 sore dan Sabtu, Minggu pukul 10 pagi, dimana setiap anak diharapkan latihan minimal 4 kali seminggu. Sedangkan Nindi dari Senin-Jumat sekolah siang sampai sore sehingga tidak memungkinkan ikut kelas tersebut. Memang sih latihan renang kelas tersebut sebenarnya ditujukan untuk persiapan lomba dan mencari prestasi di cabang renang.

Awal Januari kemarin atas saran pelatihnya, apakah Nindi tidak coba diikutkan Porjar dari sekolahnya. Setelah kami cari info di sekolahnya ternyata memang ada Porjar dan Nindi pun kami daftarkan, apalagi kebetulan ternyata dari sekolahnya sama sekali tidak ada atlet renang di tahun ini. Jadi Nindi satu-satunya peserta cabang renang di sekolahnya.

Nindi kemudian ikut seleksi di tingkat gugus bersama dengan 8 orang anak dari sekolah lainnya. Nindi ikut di nomor 50 meter gaya bebas dan nomor 50 meter gaya dada. Jadwal seleksinya agak mendadak kami terima sehingga Nindi tidak sempat banyak latihan di tempat les renangnya. Nindi bahkan belum bisa melompat. Prediksi pelatihnya, Nindi mungkin tidak akan lolos mengingat catatan waktunya masih jauh dari ideal, untuk gaya bebas 50 meter catatan waktu Nindi di tempat latihan adalah 1 menit 15 detik. Tapi tidak apalah, yang kami cari hanya pengalaman dan sekedar penggembira saja.

Saat seleksi kami cukup gugup mengingat ini pengalaman pertama dan persiapan yang sangat minim. Hasilnya Nindi tidak lolos di nomor 50 m bebas, catatan waktunya hanya 1 menit 14 detik, sedangkan dari 4 anak lainnya catatan waktu yang terbaik sekitar 37 detik, tentu jauh sekali. Sedangkan di nomor 50 m gaya dada, karena Nindi sendiri maka otomatis dia lolos. Wah, kami merasa cukup senang, Nindi juga sangat antusias walau sebenarnya dia lolos karena tidak ada lawan.

Seleksi selanjutnya adalah di tingkat kecamatan Kuta Utara. Kali ini Nindi sudah lebih siap karena sudah berlatih di club tempat lesnya. Nindi bahkan beberapa kali mendapat dispensasi di sekolah untuk ikut latihan, dia juga untuk pertama kalinya mendapat uang saku/konsumsi sebesar 9 x 5 ribu rupiah.

Skip, langsung saja ke tahap seleksi. Pelaksanaan seleksinya kini jauh lebih ramai dan lebih menegangkan. Ada sekitar 30 anak yang ikut di berbagai nomor, Nindi hanya ikut di nomor 50 m gaya dada. Pelatihnya Nindi pun ikut hadir karena ada juga beberapa anak dari clubnya yang ikut disini, termasuk salah satu temannya yang kelas 5 SD ikut di nomor 50 m dada. Hasilnya, kami cukup bangga karena target kami yang penting finish. Nindi akhirnya finish dengan waktu sekitar 1 menit 8 detik. Dari 5 anak yang terjun tahap pertama, Nindi finish nomor 4 dan tidak terlalu jauh ketinggalan, jadi kami cukup senang dengan hasilnya dan sesuai prediksi.

Selanjutnya, mungkin Nindi akan break dulu renang karena ternyata cukup banyak menyita waktu karena Nindi juga ada kegiatan lainnya seperti sekolah, les keyboard, les Kumon dan juga dance. Ke depan kami akan lihat situasi, harapan saya tahun depan Nindi bisa ikut Porjar lagi, sedangkan untuk lomba bersama club renangnya mungkin tidak usah dulu. Sekian.

Catatan Akhir Tahun 2018

Ketika mau membuat tulisan catatan akhir tahun 2018 ini, saya tersadar kembali bahwa saya tidak/belum membuat catatan akhir tahun 2017. Dan parahnya, hal ini sudah pernah terjadi sebelumnya yaitu ketika mau membuat tulisan catatan akhir tahun 2016 dimana saat ini saya tersadar bahwa saya tidak membuat tulisan catatan akhir tahun 2015. Mungkin saya memang sudah sangat tidak konsisten dalam menulis di blog ini sehingga hampir tidak layak menyebut diri seorang blogger.

Tapi sudahlah, mumpung ada waktu saya lanjutkan saja tulisan ini daripada tidak terisi sama sekali. Saya akan mencoba mengingat apa aja yang bisa saya tuliskan di catatan akhir tahun 2018 ini. Berhubung catatan akhir tahun 2017 belum saya buat, jadi gabung saja beberapa catatan dalam 2 tahun terakhir disini ya, artinya saya akan bergerak dari catatan akhir tahun 2016 yang lalu.

Nindi

Catatan pertama adalah dua anugerah dalam kehidupan saya yaitu Nindi dan Bramasta, mereka berdua adalah segalanya bagi saya dan istri. Nindi saat ini berumur 8 tahun dan bulan Pebruari ini akan berumur 9 tahun, dia duduk di kelas 3 SD dan sejauh ini perkembangan berjalan lancar. Dari sisi fisik tubuhnya kini semakin besar dan tergolong tinggi diantara anak-anak seumurannya. Dalam hal kemampuan akademis hasilnya juga cukup bagus walau bukan yang terbaik di kelasnya, cukuplah bagi kami tapi kami berharap dia terus belajar lebih giat lagi.

Selain akademis, Nindi juga saya ikutkan les renang. Saat ini Nindi sudah melewati level pemula, artinya dia sudah bisa semua gaya renang dengan baik. Oleh pelatihnya, Nindi disarankan ikut masuk club dengan latihan yang lebih intensif. Tapi kami terkendala dengan waktu karena latihan renangnya sebagian besar sore, sedangkan Nindi sekolah dari siang sampai sore. Nindi juga sempat ikut Porjar cabang renang beberapa hari lalu walau tidak lolos seleksi di Kecamatan, nanti coba saya tuliskan terpisah.

Selain renang, Nindi juga ikut les bahasa Inggris di Kumon. Untuk les bahasa Inggris ini saya tidak banyak ikut campur, karena selain saya juga tidak mahir, saya percayakan sepenuhnya di tempat les untuk mengajarinya. Kami hanya mengawasi dan memastikan dia sudah mengerjakan tugasnya dengan baik. Nindi pun bisa mengikuti dengan baik. Untuk les Kumon ini kami agak mudah karena waktunya lebih fleksibel dan tempat lesnya agak di depan gang masuk rumah kami, jadi dekat dan bahkan bisa jalan kaki saja.

Satu lagi kegiatan yang diikuti Nindi adalah les musik yaitu keyboard. Nindi sudah sekitar 6 bulan mulai les dengan jadwal seminggu sekali yaitu hari Jumat. Sementara ini Nindi juga bisa mengikuti dengan baik. Kami juga sudah membelikan Nindi sebuah keyboard untuk dipakai latihan di rumah. Untuk les ini kami juga angkat tangan karena saya dan istri sama sekali tidak mengerti musik, hehe. Tapi kami senang karena Nindi sepertinya menikmati dan suka memainkan keyboardnya sendiri dirumah sambil latihan.

Pada intinya, semua perkembangan Nindi sangat kami syukuri, bahkan bisa dibilang jadwalnya cukup padat. Belum lagi ditambah dia mencoba ikut les dance karena kebetulan mertua dan kakak ipar saya ikut menjadi pengurus. Dan jujur saya ingin Nindi bisa latihan menari Bali dan juga megambel, juga beladiri dan bulutangkis. Ah, banyak sekali keinginan saya tapi kendala utama kami adalah waktu, baik waktu bagi Nindi sendiri dan juga waktu kami untuk mengantarnya, jadi sementara yang bisa saja dulu.

Bramasta

Untuk Bramasta, umurnya sekarang 2 tahun dan akan 3 tahun pada bulan Juni nanti. Perkembangannya juga sangat bagus baik fisik maupun otaknya. Kami bahkan seringkali merasa heran dan kagum dengan pola pikirnya, seringkali dia bicara dan bertanya hal-hal yang sepertinya melebihi umurnya. Tantangan kami sekarang adalah “ngempu” anak cowok yang tentunya mulai sering “nakal”, sangat terasa berbeda dengan Nindi dulu. Tapi semua itu sangat kami nikmati, rasa syukur dan bahagia kami dengan kedua anak ini rasanya tidak cukup untuk dituliskan dengan kata-kata.

Beberapa waktu terakhir ini Bram sangat aktif, dia selalu minta diajak bermain yang mungkin menuntut fisik. Saya kadang merasa bersalah karena tidak bisa sepenuhnya konsentrasi kalau “ngempu” dia. Bram biasanya akan diam anteng kalau dikasi bermain handphone. Tentu saja sebisa mungkin kami kurangi dan batasi.

Kuliah S2

Melanjutkan kuliah di jenjang S2 (magister) dulu sama sekali tidak terbayangkan oleh saya. Bisa lulus S1 saja rasanya sudah sangat bersyukur dan luar biasa bagi saya. Tetapi seiring berjalannya waktu, untuk masa depan yang lebih baik sepertinya kuliah S2 menjadi tantangan selanjutnya. Saya pernah sekali mendaftar kuliah S2 tetapi gagal dan sempat marasa minder. Hingga akhirnya pertengahan tahun 2017 saya mencoba lagi mendaftar di Undiksha, syukurlah saya lolos.

Kuliah saya ikuti dengan semampunya dan syukurlah sejauh ini semua berjalan cukup lancar walau hasil yang saya dapatkan tidak maksimal dan mungkin bukanlah yang terbaik di kelas. Tapi jujur saja target saya adalah yang penting lulus. Hingga saat menulis ini saya hampir selesai semester 3. Semester 4 nanti tinggal Tesis saja dan saat ini saya sudah mendaftar ujian proposal Tesis, semoga saja semua proses bisa saya lewati dengan baik sampai dengan lulus nanti.

Pekerjaan

Untuk pekerjaan, semua juga berjalan dengan baik. Saya masih bertugas di bagian akademik dan sebagian besar tugasnya masih sama. Tapi sejak awal tahun 2017 lalu saya resmi mendapat jabatan fungsional Pranata Komputer. Akhirnya jabatan itu saya dapatkan juga walau dengan proses yang terbilang berliku. Di STP Nusa Dua Bali, saya adalah orang pertama dan masih satu-satunya yang mendapat jabatan Pranata Komputer itu, dan juga di seluruh Kementerian Pariwisata saya masuk “gelombang” pertama menjadi Pranata Komputer. Jabatan Prakom ini saya dapatkan melalui jalur inpassing. Tahun 2019 ini sepertinya akan ada beberapa teman lainnya di STP Nusa Dua Bali yang juga mendapatkannya bersama dengan orang-orang lainnya di Kementerian Pariwisata.

Tentunya saya bersyukur mendapatkan jabatan Pranata Komputer karena tunjangannya lumayan bagi saya dan juga grade Tukin saya naik dari grade 7 menjadi grade 9. Akan tetapi, kini saya wajib mengumpulkan angka kredit untuk mendapatkan kenaikan pangkat dan juga jabatan nantinya. Jadi saya harus mempelajari dulu apa dan bagaimana pekerjaan untuk mendapatkan angka kredit itu.

Sampai disini dulu catatan akhir tahun 2018 ini.

Akhir Tahun 2018, Melali Kemana Ya?

Tidak terasa akhir tahun 2018 sudah dekat, melali kemana ya? Hari ini kita sudah masuk ke bulan Desember, bulan terakhir di tahun 2018. Akhir tahun biasanya kami menyempatkan diri melali (jalan-jalan) bersama keluarga khususnya istri dan anak-anak. Entah hanya jalan-jalan ke luar wilayah atau sekaligus menginap di hotel atau villa. Tapi entah bagaimana dengan tahun ini, kami belum punya rencana.

Read More

Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Lexi

Setiap sepeda motor tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga Yamaha Lexi yang kami pilih beberapa waktu lalu sebagai motor yang akan digunakan sehari-hari oleh istri saya menggantikan Honda Vario tahun 2009 yang sudah kami jual. Sebelum memutuskan memilih dan membeli Yamaha Lexi, kami sudah mempertimbangkan berbagai hal termasuk kelebihan dan kekurangan Yamaha Lexi ini. Jadi sebenarnya tidak ada hal yang mengagetkan bagi kami, namun tetap saja kelebihan dan kekurangan ini baru bisa benar-benar kami rasakan setelah memiliki dan mengendarai motor ini sehari-hari. Read More