Apa Yang Tersisa Dari Pilgub Bali?

perang-spanduk-pasca-pilgub-bali-2013
foto dari : kompas.com

Hajatan politik terbesar di Bali yaitu Pemilihan Gubernur Bali atau biasa disingkat Pilgub Bali sudah usai. Tapi tunggu dulu, apakah sudah benar-benar usai? Apa yang tersisa dari ajang Pilgub Bali beberapa waktu lalu yang sudah cukup menyita perhatian masyarakat Bali? Apakah Pemilihan Gubernur Bali sudah memuaskan semua pihak, khususnya yang kalah? Seperti kita ketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali sudah menyatakan bahwa pasangan nomor urut 2 yaitu Pasti-Kerta dinyatakan unggul dengan kata lain pasangan Pasti-Kerta adalah pemenang Pilgub Bali 2013.

Tahapan selanjutnya adalah kalau tidak salah melantik Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Tetapi rupanya tim pasangan nomor urut 1 yaitu Puspayoga-Sukrawan merasa tidak puas dan mengajukan tuntutan ke Mahkamah Konstitusi. Tapi saya merasa bersyukur juga karena kedua belah pihak cukup baik dalam cara menyampaikan pendapat sehingga tidak sampai ada konflik fisik yang berlebihan di Bali. Karena bagaimanapun juga kalau sampai ada konflik fisik yaitu kerusuhan di Bali, maka semua pihak akan rugi.

Sebetulnya saya sempat agak khawatir setelah mengetahui hasil Quick Count setelah hari pencoblosan. Hasil Quick Count menampilkan selisih yang sangat tipis dan susah untuk memprediksi siapa yang akan menang. Saya khawatir pasangan manapun yang menang nantinya maka yang kalah sudah pasti tidak akan bisa puas. Ya katakanlah pasangan PAS yang dinyatakan menang, maka pihak Pasti-Kerta bisa saja mempermasalahkan soal kartu suara yang berisi logo partai itu. Begitu juga sebaliknya sekarang, ketika pasangan Pasti-Kerta yang dinyatakan menang, pasangan PAS juga belum bisa menerima kekalahan.

Saya semakin khawatir ketika menjelang rapat pleno di KPU Provinsi Bali, sempat ada desas-desus dan informasi tidak jelas tentang kemungkinan adanya demo dari salah satu pihak. Saya khawatir kalau sampai ada rusuh. Syukurlah ternyata kejadian itu tidak terjadi dan saya cukup salut dengan masyarakat Bali sendiri. Syukur juga pihak-pihak yang merasa tidak puas atas hasil PilGub Bali mau menggunakan cara yang lebih elegan dan sesuai prosedur untuk menyampaikan ketidakpuasan.

Saya memang bukan orang yang mengerti politik dan juga hukum, saya juga tidak tahu detail tentang bagaimana aturan dan undang-undang yang berkaitan dengan PilGub, tetapi pada intinya saya pribadi sebagai rakyat biasa mengharapkan jangan sampai ada kerusuhan seperti di daerah-daerah lain. Masalah siapa yang terpilih menjadi Gubernur, kalau itu memang pilihan rakyat ya berarti itu yang terbaik di mata rakyat.

Untuk saat ini belum ada keputusan dari hasil gugatan pasangan PAS ke MK. Saya tidak memihak salah satu pihak soal gugatan itu. Tapi sekali lagi saya berharap, apapun hasil dari MK tersebut semoga bisa membuat semuanya puas.

Baca Juga:

I Gusti Agung Made Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

7 thoughts on “Apa Yang Tersisa Dari Pilgub Bali?

  1. Sama wir, saya juga sempet kuatir ketika tanggal 26-27 kemarin. Untungnya sementara situasi masih kondusif walau mungkin masih ada hal2 yang perlu diselesaikan. Semoga Bali selalu aman dan semakin baik siapapun pemimpinnya.

  2. Saya agak setuju dengan Prabowo Subianto dalam menyikapi Pilkada yaitu Pilkada harusnya dihapuskan saja karena banyak makan biaya dan rentan terhadap pergolakan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *