Apa Itu LPSE

May 9th, 2012 by imadewira Leave a reply »

LPSE STP Nusa Dua Bali

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang perjalanan saya Jakarta untuk mengikuti “Management Training LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronikā€ di kantor LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, kali ini saya akan mencoba menjelaskan apa itu LPSE. Walaupun anda bukan PNS atau memiliki perusahaan yang biasa ikut lelang Pengadaan Barang/Jasa di instansi pemerintah, tapi menurut saya seluruh rakyat Indonesia seharusnya mengetahui tentang LPSE ini.

LPSE merupakan singkatan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik. LPSE merupakan unit kerja K/L/D/I yang menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik. Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik diatur dalam Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dan seterusnya, silahkan search di Google.

Kalau saya lanjutkan paragraf di atas, akan menjadi sangat formal dan mungkin susah di mengerti oleh orang awam (termasuk saya pada mulanya). Untuk itu saya akan mencoba menjelaskan dengan bahasa sederhana dari apa yang saya dapatkan hingga saat ini.

Jadi begini, seperti kita ketahui, dari kasus-kasus korupsi yang terjadi di negara ini yang merugikan keuangan negara, sebagian besar merupakan kasus-kasus korupsi yang berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa. *CMIIW. Sebagian besar orang mungkin juga sudah mengetahui bahwa proses Pengadaan Barang/Jasa di pemerintahan ini merupakan ladang bagi para koruptor.

Di samping itu, biaya untuk proses lelang secara manual sebelumnya ternyata menghabiskan biaya yang sangat mahal. Misalnya untuk biaya iklan lelang, biaya pembuatan dokumen, waktu dan berbagai hal lainnya yang membuat proses lelang menjadi mahal dan tidak efisien.

Dengan dua alasan diatas, maka dibuatkan sebuah sistem yang mengandalkan Teknologi Informasi untuk membantu proses lelang Pengadaan Barang/Jasa tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan menjadi terjadinya efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas dalam pembelanjaan uang negara. *nah bahasa saya mulai formal lagi :D Tentunya untuk mewujudkan tujuan diatas tidak semudah membalikkan telapak kaki, eh maksud saya telapak tangan.

Maka dari itu, dibentuklah sebuah unit kerja yang bernama LPSE. LPSE ini bisa dibentuk oleh Bupati, Walikota, Gubernur, Rektor dan instansi pemerintah lainnya. Jadi di Indonesia akan terdapat banyak LPSE, masing-masing Kabupaten memiliki satu LPSE, begitu juga Provinsi dan instansi-instansi pemerintah lainnya.

Kalau sebelumnya proses lelang pengadaan barang/jasa biasanya secara manual yaitu mempertemukan antara panitia pengadaan dan penyedia/rekanan/vendor, maka kali ini akan dibuat sebuah perantara yaitu LPSE. LPSE ini akan mengelola sebuah aplikasi berbasis web yang disebut dengan SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik). Tugas utama LPSE adalah menjamin aplikasi dapat berjalan dengan baik.

Kalau diibaratkan seperti sebuah pasar, maka LPSE adalah pengelola pasar. LPSE yang akan memberikan izin (membuatkan akun) untuk penjual (panitia) dan juga pembeli (penyedia/rekanan). Tapi dalam proses transaksi/lelang, LPSE tidak bisa ikut campur dan itu sepenuhnya menjadi pekerjaan panitia dan rekanan.

Dalam proses lelang, semua kegiatan tercatat dalam aplikasi. Begitu juga dokumen-dokumen mulai dari awal hingga akhir akan tersimpan dalam aplikasi. Dengan adanya SPSE ini, maka intensitas pertemuan / tatap muka antara panitia pengadaan dan rekanan akan berkurang.

Lalu, apa hebatnya? Apa bedanya dengan proses manual?

Pertama, tentu saja penghematan. Biaya-biaya seperti penggandaan dokumen, biaya iklan lelang dan hal-hal lainnya bisa dihemat. Kedua, mempermudah panitia dan rekanan. Oke pada awalnya mungkin dirasakan sulit oleh panitia dan rekanan karena mereka harus belajar dan membiasakan diri menggunakan aplikasi. Tapi bagi mereka yang terbiasa menggunakan komputer, seperti tidak akan menemui masalah berarti.

Ketiga, dan ini mungkin yang terpenting yaitu transparansi. Karena semua dokumen serta informasi lelang tersimpan dalam aplikasi, maka auditor bisa melakukan audit setiap saat dengan user dan password yang mereka gunakan untuk masuk ke aplikasi. Jika terdapat hal-hal yang melanggar aturan, maka bisa saja diusut lebih lanjut. Dengan begitu, otomatis mereka yang ingin “bermain-main” akan memikirkan kembali niatnya.

Itu mungkin gambaran umum tentang LPSE yang saya ketahui hingga saat ini. Karena belum berpengalaman dan baru terbentuk, maka kami belum membayangkan apa kendala dan kesulitan yang ditemui nanti. Harapan saya tidak muluk-muluk, saya hanya ingin menjalankan tugas dalam tim LPSE ini dengan baik sesuai dengan tugas dan tanggung jawab saya.

Oya, alamat website LPSE STP Nusa Dua Bali adalah http://lpse.stpbali.ac.id namun saat ini belum digunakan. Tim LPSE khususnya saya sendiri masih memberikan pelatihan kepada orang-orang yang akan menjadi user/pengguna aplikasi SPSE ini nantinya.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

10 comments

  1. applausr says:

    e-procurement… saya sering pakai aplikasi ini… kalau kecurangan sih pasti masih ada ya :).. kadang kadang filenya ga ke upload sempurna padahal dari system sudah kasih notifikasi ok…

  2. pak dar says:

    ikut mbaca
    nambah pengalaman

  3. cenlaid says:

    semoga dengan program ini indonesia menjadi lebih baik
    cenlaid´s last blog post ..Government of Spain Buy 45% Stake in Bankia

  4. Elmoudy says:

    Saya sendiri belum pernah ikut dalam lelang via LPSE… kalau melihat tujuannya….LPSE akan bisa memangkas rantai birokrasi yg sarat dengan korupsi
    Elmoudy´s last blog post ..Pesan dari Hugo Cabret

  5. galgut says:

    saya sering ikut lelang via LPSE pernah menang juga pernah kalah,kalo menurut saya LPSE masih banyak kekurangannya dan syarat dengan manipulasi…kalo sistem lelang manual saja masih bisa diakali apalagi menggunakan sistem lelang yg dibuat manusia (LPSE+komputer+server)

Leave a Reply

CommentLuv badge