Anak Kerobokan Tolak Reklamasi Telok Benoa

Tolak-Reklamasi-Teluk-Benoa-1

Gerakan Tolak Reklamasi Teluk Benoa semakin meluas, masyarakat Kerobokan pun mulai menyatakan sikap untuk Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Ditandai dengan pemasangan baliho Tolak Reklamasi dan pengerahan massa pada tanggal 31 Januari 2016 yang lalu. Kegiatan itu sudah diliput dan disiarkan oleh beberapa media. Kalau tidak salah, salah satu tokoh yang belakangan paling getol menolak Reklamasi Teluk Benoa, Gendo juga hadir disana.

Saya sendiri sebenarnya sudah mendapat info dari salah seorang teman tentang rencana aksi itu, tapi sayang infonya tidak jelas sehingga saya tidak ikut. Padahal kalau sudah atas nama masyarakat Kerobokan, saya ingin ikut. Setelah aksi itu, saya secara pribadi juga ingin ikut menyatakan sikap.

Saya dan salah satu teman yang juga mantan Ketua STT di banjar kami pun berkomunikasi, dia juga secara tulus dari hati ingin menyatakan sikap. Kebetulan dia punya percetakan dan siap untuk membuatkan baliho, saya sendiri siap membuatkan rangkanya, tinggal mencari beberapa kawan lagi untuk membantu memasangnya.

Siang tadi, 6 Pebruari 2016 akhirnya saya dan beberapa teman sudah berkumpul, baliho pun dicetak dan kami siapkan rangkanya. Hanya bersama sekitar 8 orang, baliho Anak Kerobokan (Anker) Tolak Reklamasi Teluk Benoa kami pasang di depan balai banjar Anyar Kaja. Walaupun tidak berhasil mengerahkan massa, kami memberanikan diri menyatakan diri sebagai Sameton Banjar Anyar.

Begitulah pernyataan sikap kami, dengan tegas menyatakan Tolak Reklamasi Teluk Benoa!

Tolak-Reklamasi-Teluk-Benoa-2

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

One thought on “Anak Kerobokan Tolak Reklamasi Telok Benoa

  1. Proyek banyak duitnya, pasti banyak para oportunis mengejarnya. Kalau sampai lolos itu proyek berarti pemda Bali juga gak mendukung kelestarian alam. Salam, Made Wira.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *