Alasan Saya Membuat Foto Prewedding

Beberapa waktu yang lalu ada lagi berita pro dan kontra yang cukup sensitif karena menyangkut agama. Ada pihak tertentu yang mengatasnamakan agama mereka mengeluarkan seruan tentang kegiatan yang dikatakan haram (dilarang) seperti melakukan rebonding (meluruskan rambut), membuat foto prewedding dan bahkan termasuk haram bagi seorang wanita untuk naik ojek. Yang mencengangkan lagi wanita diharamkan untuk menjadi tukang ojek.

Anda mungkin sudah bisa menebak sikap saya terhadap hal haram-mengharamkan tersebut, saya tentu cuek bebek dan acuh saja. Pertama karena saya bukan penganut agama tersebut. Kedua, andaikan pun saya menganut agama yang sama, atau agama yang saya anut melarang kegiatan-kegiatan diatas, maka dipastikan saya tetap cuek, karena apa yang diserukan tersebut sama sekali tidak masuk akal bagi saya.

Yang membuat saya ikut menulis tentang hal ini karena saya tergelitik tentang seruan haram terhadap kegiatan foto prewedding. Kebetulan saya belum lama menikah dan juga melakukan kegiatan foto prewedding. Kegiatan foto prewedding ini memang sudah sejak beberapa tahun yang lalu menjadi tren di masyarakat termasuk di Bali. Tapi saya bukan hanya ikut-ikutan tren tersebut, ada alasan tersendiri yang membuat saya membuat foto prewedding. Jadi walaupun biaya pernikahan menjadi relatif membengkak saya tetap membuat foto prewedding.

Berikut ini beberapa alasan saya membuat foto prewedding :

  1. Agar ketika acara pernikahan berlangsung, kita telah memiliki foto yang dipajang sebagai pemanis suasana.
  2. Ketika sesi pemotretan foto prewedding, kita bisa memuaskan diri untuk difoto secara profesional, sudah menjadi sifat dasar manusia untuk narsis, jadi ini manusiawi.
  3. Foto hasil prewedding tentu jauh lebih memuaskan dibanding dengan foto di sela-sela acara pernikahan yang kadang dikejar-kejar waktu.
  4. Foto hasil prewedding lebih banyak jadi bisa dipilih dengan lebih leluasa.
  5. Di Bali, walaupun tetap menggunakan fotografer khusus tetapi acara pernikahan umumnya jarang terdapat acara khusus untuk pemotretan.

Itulah beberapa alasan saya untuk melakukan foto prewedding. Bagaimana menurut anda?

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

42 thoughts on “Alasan Saya Membuat Foto Prewedding

  1. Duh, Pak Dosen ternyata ganteng dan isterinya cuantik sekali.

    Mantap. saya nggak melakukan ini Pak. wong foto waktu nikah saja rusak semua buat mainan anak saya.

    1. Saya setuju dengan komen ini, ternyata kedua mempelai sangat pas sekali.
      Memang soal haram atau tidak itu kan berpulang ke yang punya agama dan yang buat peraturan. Tidak usah sewot toh kan itu bukan di agama kamu pak :).

  2. Ya yang disarankan sama MUI kemarin sih, nikahnya diresmikan dulu di catatan sipil, terus foto2 “prewed” baru resepsi pernikahan yang biasanya majang2 foto narsis.

    Dengan kata lain, habis pemberkatan nikah, seminggu kemudian baru resepsi? lol, lama amit ya.

    Ah aku juga cuek. Tau gak, NARSIS itu juga haram lho :D lol
    .-= Bantal´s last blog ..Ganti Baju Mau Berapa Kali Sehari? =-.

  3. Saya blum menikah, jadi ndak pernah bikin foto prewedding. Tapi kalaupun suatu hari nanti saya menikah, saya ndak akan membuat foto itu. Bukan takut dosa karena haram, tapi karena memang saya merasa ndak saya butuhkan. Setiap orang kan punya kebutuhannya masing-masing bli. Ya ndak? Lagipula saya kurang suka berpose. Hehe!

    Btw, lokasi foto di atas di mana pak?
    .-= Agung Pushandaka´s last blog ..Mengenal Lambang Negara =-.

  4. Ada lagi alasan kenapa membuat foto prewedding, yaitu:
    *sebagai kenangan suatu saat nanti, yg mengingatkan masa2 akan menempuh hidup baru,
    *sebagai pembanding wajah kita yg dulu dgn yg sekarang (rasanya semua foto juga gitu ya, hehehe) :D ,
    *buat pajangan d ruang tamu, jadi kalo ada yg liat, dia tau kalo ybs sudah menikah (mencegah perselingkuhan; ada hubungannya gak?) :D :D
    .-= adiarta´s last blog ..Gaya Berpakaian Cowok yang Membuat Cewek Illfeel =-.

  5. wihii.. ada bali :D

    pengen dapet foto siluetnya di pantai neh mas.. hehe

    btw, daripada mas mahal pakai jasa fotografer. alangkah baiknya pakai jasa keluarga sendiri yang punya kamera dslr.. jadi bisa foto gratis. hehe..

    temenku gitu .. dia minta adeknya untuk fotoin pas pre wedding.
    .-= H´s last blog ..Kabel USB punya Jenis Kelamin juga =-.

  6. Soal haram, mungkin konteksnya yang perlu lebih dipahami lagi. Saya kira haramnya lebih karena bersentuhan dengan hukum agama tertentu aja kok mas.

    Saya sebagai pemeluk agama yang bersangkutan pun tidak setuju dengan “diharamkannya” hal itu.

    Oya, fotonya bagus banget dan sangat serasi tuh (antara mas Made dn pasangannya). Semoga menjadi pasangan yang harmonis sampai kakek-nenek ya :D
    .-= iskandaria´s last blog ..4 Trik Menghindari Copas Mentah yang Bisa Anda Praktekkan =-.

  7. Pelarangan terhadap prewedding itu sebenarnya hak orang yang melarang dan saya sih nggak mau ambil pusing dan peduli dengan aturan itu.

    Tapi bagiku pribadi, prewedding sebenarnya tak penting2 amat, tak mutlak dilakukan meski ada baiknya untuk melengkapi ‘kebahagiaan’ pernikahan.

    Sebelum menikah saya melakukan proses foto prewedding yg sangat santai dan bukan untuk konsumsi dipajang di acara nikahan.. Jadi ya kuanggap foto2 biasa aja hehehe
    .-= DV´s last blog ..Produk easy to use, produk ramah lingkungan =-.

  8. wah itu fotonya serasi sekali..!! semoga pernikahannya langgeng yah. Kalo menurut saya sih biasa2 aja yah. ga urgent banget, apalagi sampai diharamkan gitu.cuma yang saya pertanyakan
    knp kok ga ada istilah pra-wedding yah? kenapa juga foto bagus harus sebelum nikah? bukannya setelah nikah masih punya banyak waktu dan bisa foto2 secara professional ala pre-wed juga? hehe..
    just my thought..
    .-= intan rawit´s last blog ..Keliling China hanya dengan 1 yuan =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *