Alasan Menghapus Plugin Tweet Old Post

September 7th, 2012 by imadewira Leave a reply »

Hari ini saya membuka draft di Dashboard dan ternyata jumlahnya lumayan, ada 46 draft, tapi sebagian besar cuma judul saja tanpa berisi konten tulisan. Dan ini adalah salah satu judul di draft tulisan blog saya yang sepertinya sudah cukup lama teronggok disana. Entah kenapa saya begitu malas untuk melanjutkan judul ini menjadi sebuah tulisan. Setiap membuka tumpukan judul tulisan di draft, hampir 90% saya selalu gagal menuntaskannya. Dan semoga kali ini bisa.

Alasan menghapus Plugin Tweet Old Post ini sebenarnya cuma ide tulisan yang sederhana. Saya catat judulnya beberapa hari setelah saya memutukan menghapus Plugin Tweet Old Post dari blog saya ini. Ceritanya berawal ketika saya memutuskan untuk menginstall Plugin Tweet Old Post sekitar Oktober 2011 yang lalu. Plugin Tweet Old Post ini berhasil saya install dan berjalan dengan baik.

Plugin Tweet Old Post itu akan menampilkan link-link tulisan yang ada di blog ini secara acak, baik tulisan yang masih berumur beberapa hari maupun yang sudah lama, artinya semua tulisan akan diacak. Oya, link tulisan-tulisan itu akan ditampilkan tentu saja di timeline akun twitter saya @wirautama secara berkala, kalau tidak salah setiap 4 jam dan rentang waktunya bisa diatur. Selain itu, twit yang berisi link tulisan di blog saya itu juga akan muncul secara otomatis di Facebook karena saya telah “menghubungkan” akun twitter dengan Facebook menggunakan aplikasi Selective Tweets di Facebook.

Pada awalnya, plugin Tweet Old Post sukses mendatangkan beberapa pengunjung. Namun tidak jarang juga yang mengatakan bahwa saya telat menginformasikan sesuatu khususnya di Facebook. Itu karena beberapa link tulisan yang muncul adalah tulisan yang sudah tidak relevan lagi. Teman-teman yang di Facebook yang tidak terlalu mengerti dengan blog apalagi plugin Tweet Old Post seperti “protes”.

Beberapa teman follower di Twitter juga ada yang sepertinya kurang berkenan dengan twit otomatis seperti itu karena yang ditampilkan adalah tulisan-tulisan yang sudah lama dan sebagian memang kurang relevan. Nah, setelah beberapa waktu menggunakan plugin Tweet Old Post itu, saya akhirnya memutuskan untuk menonaktifkan dan menghapusnya.

Alasan saya menghapus plugin Tweet Old Post ini bukan hanya karena kurang nyaman bagi orang lain, tapi lebih karena saya sendiri merasa bahwa tidak semua tulisan saya layak untuk disebarkan dengan cara itu secara terus menerus. Memang sih sepertinya bisa di setting tulisan mana saja yang kita masukkan ke plugin Tweet Old Post itu, namun mungkin agak repot.

Jadi sudahlah, akhirnya saya cuma menggunakan plugin Tweet Old Post itu hanya sebentar. Lalu sampai saat ini, saya masih menyebarkan link tulisan saya secara manual di twitter maupun di Facebook. Sementara ini, cara ini sepertinya lebih nyaman untuk saya. Walaupun tidak menutup kemungkinan saya akan menggunakan plugin tertentu di blog untuk tujuan menyebarkan link tulisan seperti itu.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

12 comments

  1. Pande Baik says:

    Hehehe… Saya pribadi gag make plugins ini mengingat rata”tulisan merupakan teknologi terkini untuk saat ini. Jadi lucu kalo tulisan yang ngebanggabanggain satu ponsel tahun 2010, malah muncul tahun 2012. Hehehe…
    Pande Baik´s last blog post ..Akun Jejaring Sosial yang bikin Ketagihan (2)

  2. applausr says:

    oh fasilitas itu namanya plgugin tweet old post…. kalau setiap 4 jam sih cukup mengganggu ya ya… hehehehe

    sebenarnya features itu bagus, kalau saat ini saya masih menggunakan tangan saja deh…

  3. DV says:

    Tulisan yang baik, Bli.
    Baru nyadar bahwa plugin ini memang harus berelasi dengan baik dengan tulisan yang kita tampilkan.

    Tapi saya tetap memutuskan untuk menggunakan plug in tersebut karena rata-rata tulisan saya bersifat timeless, tak terbatas waktu meski ada beberapa yang tidak.

    Ada kejadian yang lucu juga waktu plug in ini men-tweet posting tentang ucapan selamat ulang tahun ke istri saya lalu follower ramai-ramai mengucapkan slamat ulang tahun padahal ultahnya bukan hari itu.

    TApi ya ngga papa.. sesudah kejadian itu, tulisan itu kumasukkan dalam exception :)
    DV´s last blog post ..SBY, JK, HT… dan DV

    • imadewira says:

      @DV : Setuju mas, untuk blog mas DV, saya lihat memang bagus untuk plugin itu. Malah saya sendiri beberapa kali berkunjung dan komen di tulisan disana berkat link-link yang muncul di timeline saya.

  4. giewahyudi says:

    Ada baiknya pakai plugin kalau maunya pageview naik, tapi kalau keseringan ya malah bikin bosen pembacanya.
    Kalau ga mentingin pageview ya mending manual aja sharenya, Bli..
    giewahyudi´s last blog post ..Prestasi Indonesia di London Paralympic 2012

  5. Isnuansa says:

    SaMpai dengan saat ini, saya belum memasang plugin TOP di akun twitter utama saya.

    Tapi saya memilih Memasang feed saja ke twitter! Jadi Setiap kali blog apdet, akan mauncul di twitter.

  6. Agus Lenyot says:

    Tweet old post baik untuk tulisan yang sifatnya timeless :))
    Agus Lenyot´s last blog post ..Seperti Cinta Lama Bersemi Kembali

Leave a Reply

CommentLuv badge