6 Langkah Sebelum Publish Tulisan

Apa yang anda lakukan sebelum menekan tombol Publish?

Setelah mempublish sebuah tulisan, sangat jarang sekali saya memiliki waktu untuk membaca atau mengurus tulisan itu lagi. Saya tinggal menunggu komentar dan tanggapan dari pengunjung. Jika ada, selanjutnya saya hanya melakukan kegiatan menanggapi komentar yang masuk pada tulisan tersebut.

Maka dari itu saya biasanya melakukan beberapa hal sebelum saya memutuskan untuk mempublish sebuah tulisan, berikut ini diantaranya :

1. Membaca Kembali Isi Tulisan

Setelah selesai menulis saya akan membaca sekali lagi tulisan saya dan memberikan penilaian sendiri terhadap tulisan tersebut. Apakah ada salah ketik, ada kalimat yang tidak cocok atau kesalahan-kesalahan lainnya. Hal ini saya lakukan setidaknya untuk meminimalisir kesalahan walaupun terkadang masih ada. Namanya juga manusia, jadi tidak luput dari kesalahan.

2. Mencocokkan Judul dan Isi

Biasanya saya menulis judul terlebih dahulu baru kemudian menulis isi posting. Hal ini saya lakukan untuk “memaksa” saya fokus pada topik apa yang sedang saya tulis. Tapi walaupun begitu terkadang setelah tulisan jadi, judul yang saya ketik sebelumnya menjadi tidak pas atau kurang cocok. Maka terkadang judul tulisan perlu sedikit dibenahi.

3. Memperbaiki Permalink

Langkah ini saya lakukan jika ada perubahan pada judul. Karena walaupun biasanya otomatis menyesuaikan dengan judul, tetapi terkadang ketika judul dirubah permalink tidak mau pas. Jadi sekedar memastikan saja apakah permalink sudah cocok dengan judul tulisan.

4. Menambahkan Tag

Biasanya saya selalu berusaha untuk merapikan tulisan saya termasuk dalam penambahan tag. Apalagi tag ini berhubungan dengan plugin Related Post yang saya gunakan. Jadi saya ingin link Artikel Terkait yang muncul di bawah setiap tulisan saya menjadi baik, artinya benar-benar terkait dengan tulisan diatasnya.

5. Menentukan Kategori

Walaupun sebenarnya engine WordPress memungkinkan satu tulisan termasuk ke dalam beberapa kategori. Tetapi di blog saya ini, sebisa mungkin saya hanya memasukkan satu tulisan ke dalam satu kategori.  Tujuan saya adalah untuk merapikan kategori dan tidak membuat ambigu tulisan saya, dan juga agar topik blog tidak (terlalu) amburadul.

6. Publish atau Schedule?

Terakhir adalah memutuskan untuk langsung Publish atau di Schedule dulu. Saya biasanya menghindari untuk mempublish beberapa tulisan dalam satu hari (tapi pernah juga sih) sementara dalam waktu lama tidak ada tulisan baru. Jadi jika baru saja saya mempublish tulisan baru maka tulisan selanjutnya akan saya pending dulu. Jujur saja saya jarang melakukan Schedule pada tulisan saya, saya lebih sering membiarkan dalam bentuk Draft dan kemudian saya Publish sendiri ketika waktunya tiba.

Itulah 6 langkah yang biasanya saya lakukan sebelum mempublish sebuah tulisan. Memang tidak kaku atau selalu seperti itu, tapi secara umum langkah itu saya lakukan secara alami. Setiap blogger tentu memiliki kebiasaan saya sendiri sebelum mempublish sebuah tulisan.

Lalu, apa kebiasaan anda sebelum menekan tombol Publish?

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

14 thoughts to “6 Langkah Sebelum Publish Tulisan”

  1. 6. kalo saya sih pilih skejul. Soale khawatir terjadi gangguan koneksi saat diperlukan. hehehe… tapi skejulnya kadang suka berubah sewaktu”disesuaikan dengan momennya. :p

  2. Sama bli, semua juga saya lakukan cuma satu saja yang gak, permalink. Karena aku gak tahu dan gak mahir tentang yang satu ini :lol:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  3. Saya memulai menulis di otak. Lalu kalau ada kesempatan menuliskannya di notepad.
    Ketika hari publishing tiba (senin kamis) saya memilih yg menurutku yg paling sreg lalu upload :)

    Perkara kategori dan tag biasanya urusan belakangan soalnya aku sengaja mengkategorikan tulisanku dalam bbrapa jenis saja :)

  4. hahh iya.. sampe lupa sering nggak benerin permalink saat ganti judul blog. tapi kalo di blogger gimana caranya ya benerin permalink? :D

    kalo saya sama kayak bli, lebih seneng disimpen dengan draft lalu diposting manual..

  5. Ide tulisan bli simpel. Mungkin ada beberapa blogger yang gak sempat seperti langkah-langkah itu.

    Saya salut sama bli Cahya dia update trus, walo masih tidur pun bisa update :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *