MotoGP 2011 bisa dikatakan akan memasuki babak final pada akhir pekan ini di Motegi Jepang. Padahal setelah itu masih akan ada 3 seri lagi. Tapi saat ini Lorenzo tertinggal 44 poin dari Stoner. Jadi MotoGP Jepang di Motegi bisa dikatakan akan menjadi babak penentuan dari perebutan gelar juara dunia MotoGP 2011.
Archive for September, 2011
Final MotoGP 2011
September 28th, 2011Tampilan SMS Seperti Chatting Pada BlackBerry
September 27th, 2011Dulu saya pernah mengalami kejadian dikirimkan sms oleh salah seorang mahasiswa. Lucunya ketika saya balas, si pengirim sms itu malah bertanya balik kepada saya dan sepertinya tidak mengetahui siapa saya. Padahal sebelumnya dia yang mengirim sms kepada saya. Cerita lengkapnya ada di link di bawah ini :
Kualitas vs Kuantitas
September 25th, 2011Dalam berbagai hal, kualitas dan kuantitas seringkali berbanding terbalik. Artinya ketika kualitas ditingkatkan maka kuantitas harus dikorbankan, sebaliknya jika kuantitas diperbanyak maka kualitas menjadi menurun. Salah satu contohnya adalah dalam dunia blog. Hal ini saya simpulkan setelah mencoba “365 days blog project” yang gagal itu.
Ketemu Aparat, Saya Lebih Baik Menghindar
September 21st, 2011Kejadian ini saya alami ketika dalam perjalanan pulang kerja dari Nusa Dua menuju Kerobokan. Seperti biasa sekitar pukul 15.30 saya berangkat dari kampus melewati jalan By Pass Ngurah Rai hingga simpang Dewa Ruci lalu melewati Sunset Road menuju Kerobokan.
Sore-sore begitu sudah terbiasa di By Pass Ngurah Rai lalu lintas padat merayap, bahkan terkadang macet. Apalagi di pertigaan patung Ngurah Rai, maklum itu adalah satu-satunya akses darat dari Nusa Dua, Jimbaran dan sekitarnya menuju Kuta dan Denpasar. Antrian traffic light di pertigaan itu pun sangat panjang. Untungnya saya mengendarai sepeda motor, sehingga bisa meliuk-liuk diantara antrian mobil, truk dan bus.
Tawuran dan Solidaritas
September 21st, 2011Kasus bentrok antara siswa SMA dan wartawan yang menjadi salah satu topik di media beberapa hari terakhir ini cukup menarik perhatian saya. Untuk kejadian itu saya tidak berani komentar siapa yang salah dan siapa yang benar. Mungkin satu sama lain memiliki alasan sendiri-sendiri yang bertolak belakang sehingga terjadilah bentrok tersebut.
