17 Agustus, Tidur Seharian

Hari ini saya ingin bercerita¬† kemana saja saya kemarin, di hari peringatan kemerdekaan negara kita yang ke 65. Kalau ada yang bertanya, “kemana aja 17 Agustus kemarin”? Saya akan menjawab, “Saya tidur seharian”.

Maklumlah, detik-detik menyambut 17 Agustus 2010 saya lewati dengan begadang di rumah tetangga. Kebetulan salah satu anggota keluarga tetangga saya ada yang meninggal dan sudah melaksanakan upacara Ngaben hari Senin kemarin. Jadi hari Senin malam para tetangga masih megebagan disana.

Jam 3 dini hari saya akhirnya pulang dan sebelumnya keluar dulu membeli Nasi Padang bersama teman untuk mengisi perut yang mulai lapar. Jadi sekitar jam 3.30 dini hari saya baru tidur. Lalu jam 6 pagi yaitu 2,5 jam kemudian saya sudah bangun lagi lalu bersiap pergi ke kampus untuk mengikuti upacara memperingati hari proklamasi.

Upacara bendera di kampus STP Nusa Dua berjalan dengan lancar, hampir tidak ada yang spesial, sama seperti upacara peringatan kemerdekaan setahun yang lalu. Setelah menyerahkan penghargaan kepada para PNS yang telah mengabdi selama 20 tahun sebagai PNS, Pembina upacara yaitu Ketua STP Nusa Dua membacakan sambutan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.

Upacara bendera selesai, semua peserta upacara menikmati snack sebelum akhirnya satu persatu pulang menuju rumah masing-masing, termasuk saya. Karena belum sarapan, saya pun dengan lahap menikmati kue dan air mineral yang disediakan.

Saya lalu bergegas pulang dan sarapan di rumah. Mata saya pun mulai mengantuk, jam 10 saya mulai tidur untuk balas dendam begadang semalam. Jam 12 saya sempat bangun lalu makan siang serta cuci muka, dan 1 jam kemudian saya lanjutkan lagi acara tidur saya sampai jam 15.30.

Puas sudah rasanya mengusir kantuk, saya pun melanjutkan aktivitas hanya dengan diam di rumah sambil ngempu putri kecil saya yang baru berumur 5,5 bulan dan suka sekali memandangi bendera merah putih yang berkibar di depan rumah.

Dirgahayu Republik Indonesia, Bangkitlah Bangsaku… Merdeka!!

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

26 thoughts on “17 Agustus, Tidur Seharian

  1. saya doong, upacara :lol:. Berangkat pagi-pagi & macet pula. Sorenya ada undangan penurunan bendera di istana, rencananya dateng malah ketiduran.. kebetulan ditempat saya hujanjuga denk *alasan*.

    Jadi ya,.. gitulah :mrgreen:

  2. Bli Wira,
    17 Agustus kemarin kebagian menjadi panitya (setiap tahun), jadi tidak banyak waktu untuk bobo’, untungnya bulan puasa, sehingga perlombaan ditiadakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *